shio to peppaa

Do not count your blessings; substract them.

Toilet Paper Roll Project: Pencil & Paper Wrap Case


Bismillah.

Alhamdulillah masih diberi rejeki umur untuk menikmati bulan Ramadhan tahun ini. Semoga bisa memanfaatkan bulan suci ini dengan sebaik-baiknya, apalagi dua hari berturut-turut ini saya mendapatkan kabar duka cita dari dua orang yang saya kenal, semoga dilapangkan kuburnya, aamiin.

Liburan sekolah ini, setelah minggu lalu anak-anak menginap di rumah mbahnya di luar kota, minggu ini gantian anak-anak menginap di rumah eyangnya. Hutang periksa ujian, tugas, dll juga sudah rampung semua, alhamdulillah. Suami masih belum libur, sendirian di rumah, jadilah barang-barang di rumah menjadi korban dipindah sana sini untuk refreshing dan supaya saya ada kerjaan, hehe. Apalagi baru 2 hari yang lalu akhirnya jadi juga lemari buku pesanan kami, otomatis buku-buku yang tadinya bertebaran tidak jelas dimana-mana dipindah ke rumahnya yang lebih layak 😀

1435718885366Ada satu sudut di rumah yang tadinya penuh buku, sekarang jadi kosong melompong. Akhirnya disulap menjadi pojok craft untuk anak-anak. Mudah-mudahan pojok baru ini akan membuat anak-anak yang demen corat-coret, tempal-tempel, guntang-gunting, dan sejenisnya menjadi terkonsentrasi di satu tempat. Harapannya supaya daerah yang acak-acakan menjadi terkonsentrasi di satu titik, tidak merata di seluruh rumah seperti biasanya, aamiin.

Nah, sekarang selain buku, craft supplies juga jadi punya hunian yang layak dan tidak nyelip dimana-mana lagi. Hunian yang layak ini juga membuat semua peralatan dan bahan-bahan craft menjadi terekspos, sehingga lebih mudah mencari sesuatu. Karena terekspos ini juga lah saya baru sadar ternyata toilet paper roll  sudah menggunung tak tersentuh. Oh ya, anak-anak dan saya biasanya hobi mengumpulkan barang-barang bekas seperti karton silinder bekas tisu toilet, tutup botol plastik, sisa pita dari kado, dll, dengan harapan akan tiba masanya untuk menjadikan mereka salah satu alat ampuh membuat anak-anak sibuk. Tapi karena sebelumnya tidak ada tempat khususnya, jadinya yang ada mereka malah terlupakan tak tersentuh.
1435719023749Saya akhirnya berselancar ke pinterest dan menemukan judul artikel 101 things to do with a toilet paper roll. Salah satu yang menarik perhatian adalah memanfaatkan toilet paper roll menjadi tempat alat tulis/gambar. Sebenarnya crayon, spidol, pensil warna, dan teman-temannya sudah punya kotak sendiri-sendiri ketika kita beli. Tapi kalau disimpan di dalam kotak aslinya, anak-anak biasanya tidak telaten membereskannya lagi. Ok, kimetta! Today’s project will be creating a pencil case from toilet paper rolls.

Bahan:

  • toilet paper rolls
  • kertas origami
  • gunting
  • solasi double tape

1435719085903Cara membuatnya terbayang kan ya hanya dengan melihat gambarnya. Paling bagian yang tricky adalah karena ukuran origaminya lebih panjang dari roll, maka sisa bagian origami harus dilipat. Supaya bagian bawah roll ada dasarnya, sisa origami tadi dilipat sedemikian rupa memenuhi lubang dasar roll.

1435719237270

Berhubung tidak ada stok karton keras untuk bagian dasarnya, jadilah saya pakai lipatan sisa origami ditutupi dengan guntingan origami supaya lebih rapi.

Saya coba isi dengan spidol dan pensil warna, sepertinya cukup kuat karena spidol relatif ringan dan tiap roll hanya diisi sedikit. Idealnya ada dasar yang lebih keras supaya bisa menampung alat tulis yang lebih berat seperti krayon misalnya.

1435719316058Oh ya, ada satu roll di sebelah kanan yang saya lapisi dengan poly ribbon. Itu percobaan saja untuk lain waktu main dengan anak-anak. Berhubung saya tidak punya dasar yang cukup kuat untuk bagian bawah rollroll yang dilapisi pita tidak bisa saya gunakan untuk tempat alat tulis.

Kalau mau lebih mudah lagi, bisa mengikuti cara yang ada di sini. Tinggal melapisi bagian luarnya saja. Lebih mudah karena kotak, jadi tinggal lurus saja. Kotaknya bisa memakai kotak bekas sepatu misalnya.

1435721217725Oh ya, selain pencil case, ada satu proyek lagi yang menarik hati, yaitu penjepit sisa bungkus kado. Masih ingat dengan proyek menyambut Ramadhan; Ramadhan, youkoso!? Nah ada beberapa sisa kertas krep (kertas layangan) yang tersisa dan sulit membuatnya tetap dalam keadaan tergulung kecil.  Nah, roll yang terbungkus pita tadi, saya pakai untuk menyimpan/menjepit sisa-sisa kertas krep.

Selain kertas krep, ada selembar kecil kertas kado yang butuh dijepit juga. Tapi karena hanya satu, jadi butuh penjepit yang diameternya lebih kecil. Caranya seperti yang bisa dilihat di pinterest, gunting vertikal roll sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Makin banyak yang bagian yang digunting, makin kecil diameternya.

1435721426633Wah, tidak terasa adzan Dzuhur sudah berkumandang. Saatnya beres-beres dan alhamdulillah craft corner anak-anak jadi lebih rapi sekarang 🙂

Yuk, shalat dzuhur!

 

 

Wallahu a’lam bissawab; dan Allah lebih mengetahui yang sebenar-benarnya.

 

Iklan

About sellymeliana

Ibu rumah tangga dengan satu suami, 2 anak laki-laki, dan 1 bayi perempuan ;)

One comment on “Toilet Paper Roll Project: Pencil & Paper Wrap Case

  1. Ping-balik: Craft Corner: Display Kid’s Artwork | shio to peppaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 1 Juli 2015 by in Handmade and tagged , .

Mesin Waktu

%d blogger menyukai ini: