shio to peppaa

Do not count your blessings; substract them.

Weekly Reward Chart


Bismillahirrahmanirrahim,

Weekly Reward ChartBeberapa minggu lalu membaca status facebook salah satu teman SMA saya, jadi terinspirasi untuk mencontek idenya dan diterapkan ke anak-anak saya, Kakak Awal dan Mas Kiku. Momennya juga pas karena minggu lalu adalah minggu pertama anak-anak masuk sekolah lagi setelah libur lamaaaaa sekali. Kelas baru, semangat baru!

Minggu ini adalah minggu kedua kegiatan catat-mencatat di weekly reward chart berlangsung. Semoga istiqomah (seperti biasa, konsisten adalah bagian yang paling sulit dari semua teori pendidikan anak, hiks).

Weekly Reward Chart (Aradea)Makhluk apakah itu weekly reward chart? Hanya secarik kertas bekas (yang bagian belakangnya masih kosong jadi masih bisa dipakai :D) yang di-print tabel. Yang harus dilakukan untuk membuatnya adalah:

  • Listing kegiatan apa saja di luar kewajiban, yang biasanya dilakukan oleh anak atau kegiatan yang kita harapkan anak-anak mengerjakan.
    • Di luar kewajiban maksudnya adalah saya tidak memasukkan ke dalam list pekerjaan-pekerjaan yang memang sudah menjadi kewajiban anak, seperti sekolah (ini kewajiban atau hak ya? :D), paperwork atau PR dari sekolah, shalat wajib 5 waktu, dan sejenisnya.
    • Beberapa kegiatan yang masuk listing kegiatan anak-anak di rumah adalah:
      • Membaca Al-Qur’an/Taghona
      • Menghapalkan surah
      • Mengulang hapalan surah
      • Paperwork, contohnya:
        • Latihan soal yang saya buat sendiri/unduh (download) dari internet
        • Menulis semacam diary apa saja kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak pada hari-hari tertentu
        • Membuat cerita sendiri berupa tulisan/gambar
        • dll
      • Retell literacy
        Kegiatan menceritakan kembali (dalam bentuk verbal ataupun tulisan) sesuatu yang sudah mereka baca (majalah, buku, komik, koran, atau bacaan apa pun).
      • Drilling di situs-situs daring  (online), seperti: Reading Eggs untuk belajar bahasa Inggris, IXL untuk latihan matematika, atau Khan Academy untuk belajar matematika, programming, dll.
  • Weekly Reward Chart (Safwan)Pikirkan bobot poin untuk setiap kegiatan yang sudah di-list tadi. Berikut adalah contoh poin yang saya terapkan di rumah:
    • Membaca Al-Qur’an/Taghona: 1 lembar -> 5 poin
    • Menghapalkan surah: 1 baris (di buku Aku Cinta Al-Qur’an) -> 2 poin
    • Mengulang hapalan surah: 1 surah -> 5 poin (ini berlaku selama masih juz 30)
    • Mengerjakan latihan-latihan (drilling) di situs-situs belajar seperti IXL, Khan Academy, Reading Eggs: 30 menit -> 5 poin
      • Khusus drilling di situs daring, saya batasi per hari maksimal 30-60 menit. Biasanya diberi waktu sampai maksimal 60 menit kalau sedang tidak bisa main ke luar rumah karena hari hujan atau matahari bersinar terlalu terik.
  • Setelah memikirkan bobot, yang paling penting adalah bisa digunakan untuk apa poin-poin tersebut oleh anak-anak. Ini saya tulis paling penting karena ini adalah faktor terbesar yang memotivasi anak untuk mengerjakan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam list dengan sukarela dan senang hati 😀
    Berikut adalah contoh penukaran poin yang berlaku di rumah kami:

    • Poin bisa ditukar dengan menit (1 poin = 1 menit) untuk digunakan bermain kotak digital bernama monitor :p, bisa itu komputer desktoplaptop, atau handphone (yang sudah diinstal parental control tentunya :p). Biasanya anak-anak paling suka bermain Wii atau hanya sekedar ber-whatsapp ria dengan para eyang, tante, dan omnya :p. Biasanya mereka juga suka menukar poin mereka dengan menonton film kesukaan mereka yang tersimpan di komputer.
      Waktu berinteraksi dengan monitor ini saya batasi maksimal 30 menit. Boleh dilanjutkan lagi (selama poin masih ada), tetapi harus diselingi kegiatan non monitor selama minimal 30 menit juga.
    • Poin bisa ditukar dengan barang (1 poin = Rp 500,-). Tidak bisa diuangkan, tentu saja. Tapi mereka boleh meminta barang yang mereka idam-idamkan sebatas poin yang mereka miliki. Misalnya kemarin, Kiku menukar poinnya untuk membeli tempat kartu seharga 12 ribu rupiah (poin berkurang 24).

Kemarin Kakak Awal sempat tanya ke saya, “Kalau hari biasa tidurnya ditemenin sama Bunda, harus tuker poin berapa?”. Hehehe .. nah bisa juga tuh tukar poin untuk hal-hal seperti itu 😀 😀 :p
Oh ya, hari biasa maksudnya kakak Awal itu adalah weekday alias hari kerja, karena kalau weekend biasanya tidurnya memang bareng-bareng.

Weekly report chart template yang saya buat di rumah bisa diunduh di Weekly Report Chart Weekly dan contoh weekly report chart yang sudah diidi bisa diunduh di Report Chart (Example).

Semoga ada manfaatnya, aamiin.

Wallahu a’lam bissawab; dan Allah lebih mengetahui yang sebenar-benarnya.

Iklan

About sellymeliana

Ibu rumah tangga dengan satu suami, 2 anak laki-laki, dan 1 bayi perempuan ;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 10 Agustus 2015 by in Parenting, Yuk, berbagi!.

Mesin Waktu

%d blogger menyukai ini: